Saturday, August 17, 2013

Makalah Ilmu Kalam : Syi'ah


SYI’AH
A.    PENGERTIAN SYI’AH
Kata syi’ah menurut bahasa artinya adalah “pengikut” juga mengandung makna pendukung & pecinta juga dapat di artikan kelompok.. sedangkan menurut istilah yaitu orang-orang yang meyakini bahwa hanya Rasulullah SAW yg berhak menentukan risalah penurus Islam, & dalam segala hal mereka hanya mengikuti ajaran ahlul bait.

B.     Sejarah Munculnya Syi’ah
Syi’ah sudah ada sejak Rasulullah SAW masih hidup. Syia’ah merupakan pengikut Imam Ali K.W. imam pertama kaum Syi’ah. Sejarah munculnya Syi’ah ini dapat dibuktikan melalui realita sebagai berikut di antaranya :
1)      Ketika Rasulullah SAW mendapat perintah oleh Allah untuk mengajak orang-orang  terdekatnya masuk Islam beliau berkata kepada mereka “barang siapa di antara kalian yang siap mengikutiku, maka ia aan menjadi pengganti washilahku setelah aku meninggal dunia” tidak ada di antara mereka yang bersedia kecuali Ali K.W
2)      Berdasarkan riwayat-riwayat mutawatir yang dinukil oleh Ahlusunnah  & Syi’ah. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Imam Ali K.W terjaga dari setiap dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan dan prilakunya sesuai dengan ajaran Islam & ia adalah orang yang paling tahu tentang Islam.

C.    Aliran Cabang dalam Syi’ah
Aliran cabang dalam syi’ah  ini sangat bervariatif di antaranya yaitu : Syi’ah kaisaniah, Zaidiyah, Ismailiah, Fatahiyah, Imamiyah Itsna Asyariyah dan lain-lain. Namun kesemuanya mulai sirna dan yang masih berkembang yaitu ada tiga macam Syi’ah : Zaidiyah, Isma’iliyah & Itsna Asyariyah.

1)      Syi’ah Zaidiyah
Zaidiyah adalah para pengikut Zaid bin Ali As Sajad, menurut keyakinan Mazhab Zaidiyah setiap orang yang bersiasal dari keturunan Fatima Az-Zahrah, Alim. Zahid Dermawan & pemberani untuk menentang ke zaliman, bias menjadi Imam. Syi’ah Zaidiyah menggambungkan dua jalan dalam mazhabnya. Dalam bidang usuluddin ia menganut faham Mu’tazilah & dalam bidang Furu’udin  ia menganut faham Hanafiyah.

2)      Syi’ah Ismailiyah
Syi’ah Isma’iliyah ini memiliki aliran-aliran cabang hyaitu :
·         Bathiniyah
·         Nazariyah & Musta’iliyah
·         Duruziyah.
·         Muqaini’iyah.

3)      Syi’ah Itsna Asyariyah
Mayotritas syi’ah adalah Syi’ah Itsna Asyariyah mazhab ini memisahkan diri dari mayoritas muslimin setelah Rasulullah SAW meninggal dunia.
Syia’ah inilah yang berkembang di Negara kita yang berpusat di Iran. Apabila dibandingkan dengan aliran-aliran syi’ah yang lain, maka aliran merupakan aliran yang paling sesat (ghulah) & paling berbahaya bagi agama, bangsa & Negara. Ajaran syi’ah ini licik & penuh dengan laknat melaknat, karena dilandasi dengan sfat su’uzon, dendam kesumat, serta kepanatikan yang tidak mendasar.

D.    Sikap Syi’ah terhdap para Sahabat.
Dalam ajaran Syi’ah diterangkan bahwa para sahabat setelah Rasulullah wafat mereka menjadi murtad, alasan Ulama-ulama Syi’ah memurtadkan sahabat tersebut dikarenakan para sahabat setelah Rasulullah wafat mereka membai’at Sayyidina Ali Bin Abi Thalib.
Khusus mengenai Syayidina Umar ra. Maka bagi Majelis (Ulama  Syi’ah) dalam kitab Jalaa’ul Uyun hal : 45 mengatakan : “Tidak ada jalan lagi bagi seorang yang mengerti untuk meragukan kekafiran Umar. Semoga laknat Allah ditempatkan pada Umar & bagi orang yang menganggap Umar sebagai seorang Muslim & bagi yang tidak mau melaknatnya”. (Jalaa’ul Uyun : 45).
Disamping laknatan itu, ulama syiah juga telah menuduh 3 sahabat Nabi beserta sahabat-sahabat  yang lain telah merubah Al-Quran. Tidak hanya ulama Syi’ah yang mencaci maki para sahabat, tapi Khumaini pun sering mengeluarkan fatwa berisi kecaman & tuduhan kepada parra sahabat. Tidak puas dengan memfitnah para sahabat, Khumaini juga menuduh Rasulullah SAW tidak menyampaikan perintah Allah SWT.

E.     Syi’ah itu murtad atau masih Islam ?
Setiap kita mengatakan Syi’ah itu Islam atau murtad kita mesti memiliki alasan yang cukup kat.
Syi’ah tetap dianggap Islam apabila ia tetap berpegang pada Al-Qur’an & Sunnah. Dan dapat dianggap murtad (kafir) apabial ia telah keluar dari ajaran yang dibawa Rasulullah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi.
Tapi pada kenyataannya, bagaimana sikap syi’ah kepada Rasulullah SAW, sahabat, Istrin Nabi dan keyakinan mereka kepada Al-Qur’an.
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan mengenai keutamaan sahabat serta janji Allah untuk memasukkan mereka kedalam Syurga. Sedang dalam ajaran syi’ah diterangkan bahwa para sahabat dipuji Allah SWT seetelah Rasulullah wafat, dan sahabat-sahabat murtad . juga menuduh istri Rasulullah SAW berbuat berbuat serong (Siti ‘Aiasyah) padahal Allah dalam surah An-Nur menerangkan kesucian ‘Aisyah. Dengan demikian sudah jelas sekali bahwa ajaran Syi’ah telah bertentangan dengan Al-Qur’an & jelas mereka telah menolak Kalamullah,  menolak kalamullah sudah sangant jelas kekufurannya.

Sedikit kutipan tentang syi’ah Rafidlah
Syi’ah Rafidlah adalah Syi’ah yang mengaku & mengklaim dirinya mencintai Rasulullah & keluarga beliau, padahal kenyataannya tidak demikian, sementara  mereka tidak mau mengakui keberadaan khalifah Abu Bakar, Usman, Umar, Mua’wiyah, Aimr bin Al-Ash sehingga mereka mencaci makinya.
Kutipan-kutipan ini diambil dari beberapa sumber :
1)      Sayyidina Syabaab Ahlil Jannah (al_hasan & Al-Husein R.A. Achmad Zein Alkaf)
2)    Fatwa Isu Penting, Putusan Ulama Besar Indonesia (Al-Habib Salim bin Ahmad Bin Jiddan)

Makalah Psikologi Pendidikan : Pengaruh Trend Mode Terhadap Remaja


”Pengaruh Trend Mode Terhadap Remaja”

Oleh : Fitriani

A.    Trend Mode di Indonesia

Masyarakat modern yang serba kompleks sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industrialisasi dan urbanisasi memunculkan banyak masalah sosial. Sebagian berasal dari masyarakat yang –mungkin- belum dapat mengambil manfaat yang positif darinya, internet misalnya, bagi remaja kita dewasa ini , mereka menggunakannya sebagai tempat untuk melihat kemajuan dunia, selain mode yang kurang pantas bagi jiwa ketimuran kita, internet juga mereka gunakan sebagai wadah untuk mengakss situs untuk membangkitkan gairah (porno.red). Sebagai dampaknya mereka lalu mengembangkan pola tingkah-laku menyimpang dari norma-norma umum, dengan jalan berbuat semau sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan orang lain.
Pada zaman modern ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akramnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Salah satunya Mode sebagai trend yang berkembang saat ini. Keluluhan bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang hal tersebut menjadi bumerang yang menghantam mentalitas remaja kita. Situasi sosial demikian ini mengkondisioner timbulnya banyak prilaku yang menyimpang dari pola-pola umum. Mereka bertingkah laku sweenaknya sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, akibatnya banyaklah muncul masalah sosial yang disebut juga sebagai tingkah yang kebaratan dan tidak sesuai dengan budaya ketimuran yang menjadi ciri khas kita.

B.     Dampak Mode Terhadap Remaja Islam Saat Ini
Islam pun memberikan kebudayaannya kepada umat manusia. Islam adalah mata rantai dari peradaban dunia. Disamping sifatnya yang universal dalam pengertian bahwa Islam menyampaikan atau melestarikan mata rantai ilmu pengetahuan, filsafat, dan organisasi, pemerintahan dari seluruh peradaban dunia. Islam pun memberikan sumbangan-sumbangan khas yang bisa diidentifikasikan sebagai peradaban islam.karena itulah sekarang kita memiliki warisan-warisan budaya yang kita sebut sebagai budaya islam, di dalam semua cabang budaya. Kita kenal arsitektur Islam, kesenian Islam, filsafat Islam dan sebagainya dan kesemuanya itu tidak merupakan bagian yang lain. Filsafat Islam, bukan merupakan bagian dari filasfat Yunani. Selain mewarisi peradaban dunia, mewariskan dirinya kepada peradaban dunia, Islam pun merupakan peradaban yang otentik. Di dalam dua rumusan itulah kita akan melihat Islam sebagai bagian dari peradaban dunia, dan Islam merupakan kekuatan yang otentik.[1]
Jadi sudah seharusnyalah kaum remaja tidak terpengaruh oleh mode yang menyimpang dari ajaran-ajaran Islam karena Islam pun mempunyai peradaban sendiri yang bisa dijadikan sebagai acuan mode yang tidak kalah canggihnya dengan peradaban dunia Barat.

C.    Pengaruh Mode Bagi Remaja Islam

   Banyak sekali dampak yang bisa membahayakan remaja Islam menyangkut masalah mode ini, khususnya bagi para remaja putrinya. Dan hal ini tentu akan berdampak juga bagi lingkungan di sekitarnya.

  Bahaya Terhadap Wanita (Si Pemakai)

Ø  Wanita akan di perbudak oleh mode pakaiannya yang terbuka. Ia akan di perjualbelikan dan di jadikan komoditas murahan yang tidak perlu diiklankan lagi. Sebab wanita itu sendiri sudah merupakan iklan yang cukup memikat. Jika wanita itu barang, maka ia tak bedanya dengan  makanan kucing atau onderdil mobil.
Ø  Wanita akan terlena dan terus menerus memamerkan perhiasannya serta membuka auratnya. Dan akhirnya…..(terjadilah perbuatan-perbuatan maksiat)
Ø  Wanita akan berpaling dari kewajiban-kewajiban keluarga dan tugas-tugas fitrahnya demi menyebarkan fitnah-fitnahnya. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi keluarga dan anak-anaknya.
Ø  Wanita akan terkena berbagai penyakit karena tubuhnya sering tidak di tutup rapat (bahkan mungkin terlanjang) atau karena dampak negatif dari teknologi yang di terapkan pada alat-alat kosmetika.
Ø  Hilangnya rasa malu pada wanita, padahal malu itu ciri khas kewanitaaan dan faktor esensial yang bisa menyebabkan laki-laki jatuh cinta kepadanya.
Ø  Setiap saat ia akan melakukan maksiat kepada Allah SWT.
v  Bahaya Bagi Laki-Laki
Ø  Laki-laki akan melalaikan tugas dan kewajibannya karena terganggu oleh penampilan-penampilan seronok dari para wanita yang ia lihat dijalan-jalan, kendaraan-kendaraan, pasar-pasar, dan sebagainya.
Ø  Munculnya keinginan untuk melakukan tindak kriminal yang di rencanakan. Sebab, secara tidak langsung ia telah mendapat undangan tidak resmi dari wanita-wanita yang memamerkan tubuhnya.
Ø  Luasnya kesempatan untuk mengarahkan pandangan kepada wanita.
Ø  Hilangnya nama baik laki-laki jika yang memamerkan perhiasan atau tubuhnya itu ternyata isterinya atau anggota keluarganya. Ia akan mendapat celaan dan hinaan dari masyarakat. Lebih parah lagi jika ia keluar bersama-sama dengan wanita itu. Dengan keluar bareng, berarti ia merestui perbuatan tersebut.
Ø  Bertambahnya kemurkaan Allah SWT jka ia mengarahkan pandangannya kepada fitnah-fitnah wanita tersebut.
v  Bahaya Bagi Masyaarakat
Ø  memunculkan gejolak seksual pada orang yang melihat pemandangan-pemandangan tersebut. Dengan demikian, dapat melemahkan akal dan pikiran.
Ø  Mengakibatkan sikap dingin seksual (impoten), karena seringnya melihat pemandangan-pemandangan seperti itu. Setiap laki-laki sudah cukup puas jika telah menyaksikan penampilan-penampilan wanita sensual. Penyakit ini jelas sangat berbahaya, sebab dapat menjangkit ke dalam kehidupan rumah tangganya. Maka bagi orang yang sudah terjangkit penyakit ini, harus segera pergi ke dokter utuk konsultasi dan pengobatan.
Ø  Menimbulkan perbuatan zina di masyarakat. Pamer pakaian atau tubuh bagi  wanita bisa menjadi penyebab utama timbulnya masalah ini. Akibatnya, keluarga dan masyarakat akan rusak dan tak  bisa di tolak lagi bencana pun akan menimpa mereka. Berbagai penyakit kotor karena seks akan meluas, sebagaimana telah terjadi di negara-negara yang wanitanya bergaya hidup bebas.
Ø  Menimbulkan perpecahan diantara keluarga. Keharmonisan hidup berumah tangga antara suami-isteri tidak ada lagi, karena suami bersikap dingin kepada isteri. Boleh jadi, sang suami akan berpaling dari isterinya karena sudah terlanjur asyik menikmati pemandangan-pemandangan bugil tadi. Jika hal ini terjadi, maka problema keluarga pun akan muncul, mungkin sampai terjadi perceraian yang dampaknya sudah tentu sangat buruk bagi anak-anak. Sebab itu, masalah ini seharusnya menjadi perhatian kita.
Ø  Laki-laki akan malas menikah hal ini karena berbagai sebab antara lain
@ Sipelamar atau laki-laki akan meragukan kredibilitas istri apakah ia termasuk orang yang sering memamerkan auratnya atau bukan  apakah ia wanita yang tidak memiliki sifat-sifat mulia.
@ Tidak puas dengan satu istri karena itu ia lebih suka memasang perangkap dan memburu wanita yang selalu hadir didepan matanya dengan berbagai cara.
@ Tidak menyukai kecantikan calon istrinya. Sebabnya ia telah tergiur oleh kecantikan-kecantikan jalanan yang memamerkan perhiasan atau tubuhnya.
@  Pemborosan Ekonomi, karena harta hanya dibelanjakan untuk pakaian dan perhiasan. Baik yang impor maupun yang produk dalam negeri. Harta yang digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat termasuk misalnya untuk pengeluaran belanja.
@  Memancing timbulnya kejahatan. Artinya wanita yang suka memamerkan perhiasan atau pakaian pada dasarnya telah mengundang bahaya lihat saja, betapa banyak kasus kejahatan seperti pencurian, penodongan, pemerkosaan, atau bahkan pembunuhan yang disebabkan karena kelalaian kaum wanita hal ini tentu saja dapat menganggu stabilitas keamanan.
D.    Upaya Islam Dalam Memelihara Remaja
Manusia akan melewati fase-fase dalam hidupnya satu persatu. Setiap fase tersebut memiliki karakteristik, kekhususan, dan keistimewaan masing-masing. Sedangkan, pemuda memiliki  beberapa karakteristik antara lain potensi fisik, potensi seksual dan potensi emosional, sisi intelektual dan sisi mental serta kejiwaan. Oleh karena itu Islam berupaya semaksimal mungkin untuk mengarahkan pemuda agar beribadah kepada Allah karena hal tersebut merupakan tujuan pokok dan mendasar dari penciptaan manusia.[2] Allah berfirman “dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku” . maka Islam memberikan solusi yang bisa dilakukan para pendidik untuk memelihara para remajanya agar tidak menjadi korban mode antara lain :
@ Setiap pendidik muslim harus memiliki sikap dan kepribadian yang Islami
@ Penyatuan antara pendidikan Islam dan kurikulum
@ Sungguh-sungguh dalam mengajar dan bermuamalah
@ Memberikan motifasi dengan anjuran-anjuran yang Islami[3]

E.     Kesimpulan
Sebagai penutup dapatlah di simpulkan bahwa dalam seratus lima puluh tahun terakhir perubahan-perubahan sosial telah banyak terjadi di kalangan umat Islam bila di bandingkan dengan keadaan umat Islam pada abad ke delapan belas. Perubahan-perubahan akan berjalan terus pada masa yang akan datang dengan bertambah liberalnya sikap umat dalam melepaskan diri dari ikatan-ikatan tradisi yang ada. 
Oleh karena itu, hendaklah setiap individu terus membekali diri dengan keimanan yang kuat dan pengetahan yang luas agar kelak mampu bersaing dalam perubahan zaman, khususnya dalam masalah mode ini, hendaknya setiap remaja mampu memilah dan memilih mana yang baik untuk di ikuti dan mana yang tidak boleh di adaptasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat Juga : 



[1] Dr. Kuntowijiyo, Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia, (Jokjakarta : Pustaka Pelajar : 1994).
[2] Dr. Muhammad al-zuhaili, Menciptakan Remaja Dambaan Allah, (Bandung, PT Mizan Pustaka 2004),
[3] Dr. Abu Bakar Ahmad asyyid, Kepada Para Pendidik Muslim ( Jakarta, Gema Insani Press, 1994),

Makalah Psikologi Pendidikan : Intelegensi (Kecerdasan)


Terimakasih telah mengunjungi Juragan Makalah, berikut ini adalah Makalah Psikologi Pendidikan dengan pembahasan Intelegensi (Kecerdasan) adapun yang menjadi pembahasan adalah : Pengertian Intelegensi, Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Intelegensi dan Model atau Bentuk Pengukuran Intelegensi. Semoga Bermanfaat, Yakin Usaha Sampai.

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mendengar orang berbicara mengenai intelegensi sebagai faktor yang menentukan berhasil tidaknya siswa di sekolah. Pengetahuan mengenai kemampuan intelektual atau intelegensi siswa akan membantu pengajar menenetukan apakah siswa mampu mengikuti pelajaran yang diberikan serta meramalkan keberhasilan atau gagalnya siswa yang berangkutan bila telah mengikuti pengajaran yang diberikan. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa prestasi siswa tidak semata-mata ditentukan oleh tingkatan kemampuan intelektualnya.
Dalam dunia pendidikan dan pengajaran masalah intelegensi merupakan salah satu masalah pokok, karenanya tidak mengherankan kalau masalah tersebut banyak dikupas orang baik secara khusus maupun secara sambil lalu dalam pertautan dengan perkupasan yang lain. Tentang peranan intelegensi didalam proses pendidikan ada yang menganggap demikian pentingnya sehingga di pandang menentukan dalam berhasil atau tidaknya seseorang dalam hal belajar, sedang pada sisi lain ada juga yang menganggap bahwa intelegensi merupakan tidak lebih mempengaruhi soal tersebut.
Adapun pembahasan mengenai intelegensi itu secara tekhis pada pokoknya dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu pembahasan mengenai sifat  hakikat intelegensi dan pembahasan mengenai penyelidkan intelegensi itu sendiri. Hal pertama merupakan teoritis konsepsional, sedang yang kedua lebih kepada tekhnis metodologis.
Oleh karena itu, dalam makalah ini penyusun mencoba memaparkan beberapa hal yang terkait dengan intelegensi itu sendiri.

BAB II
PEMBAHASAN
1.   Pengertian Intelegensi
Para ahli merumuskan definisi intelegensi umum sebagai berikut :[1]
a)   Hebbinghaus (1897) memberi definsi intelegensi sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi
b) Terman (1921) memberi definisi intelegensi sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak
c) Thorndike memberi definisi sebagai hal yang dapat dinilai dengan taraf ketidaklengkapan daripada kemungkinan-kemungkinan dalam perjuangan hidup individu.
d)   Vernon (1960) merumuskan intelegensi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan yang relevan diantara objek-objek atau gagasan-gagasan, serta kemampuan untuk menerapkan hubungan-hubungan ini kedalam situasi-situasi yang serupa.[2]
e)    Alfred Binet mengungkapkan bahwa intelegensi yaitu memahami, berpendapat, mengontrol dan mengkritik, intelegensi memuat empat perkataan ini.[3]
Disisi lain, dalam buku psikologi pendidikan (Drs. Sumadi Suryabrata) mengemukakan intelegensi sebagai kesatuan daripada daya-daya jiwa formal, menurut konsep ini intelegensi adalah persatuan daripada daya-daya jiwa khusus, karena itu pengukuran mengenai intelegensi dapat ditempuh dengan cara mengukur daya-daya jiwa khusus tersebut. Misalnya daya mengamati, daya mereproduksi, dan daya berpikir serta lain sebagainya.
Intelegensi juga dirumuskan sebagai taraf umum daripada daya-daya jiwa khusus. Konsep ini timbul dari keyakinan bahwa apa yang diselidiki (ditest) dengan test intelegensi itu adalah intelegensi umum.
2.   Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intelegensi
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi intelegensi individu menurut Bayley yaitu :
a) Keturunan, studi korelasi nilai-nilai test intelegensi diantara anak dan orangtua atau dengan kakek neneknya, menunjukkan adanya pengaruh faktor keturunan terhadap tingkat kemampuan mental seseorang sampai kepada tingkat tertentu.
b)   Latar belakang sosial ekonomi ; pendapatan keluarga, pekerjaan orang tua dan faktor-faktor sosial ekonomi lainnya, berkorelasi positif dan cukup tinggi dengan taraf kecerdasan individu mulai usia 3 tahun sampai remaja.
c)   Lingkungan hidup : lingkungan yang baik akan menghasilkan intelegensi yang baik, sedang lingkungan yang kurang baik akan menghasilkan intelegensi yang kurang baik pula.
d) Kondisi fisik : keadaan gizi yang kurang baik, kesehatan yang buruk, perkembangan fisik yang lambat, menyebabkan tingkat kemampuan mental yang rendah
e) Iklim emosi dimana individu dibesarkan mempengaruhi perkembangan mental individu yang bersangkutan.
Disisi lain, faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi lainnya digambarkan oleh Spearman sebagai berikut :
a)    Faktor umum / general faktor
b)   Faktor-faktor khusus / spesial faktor
     Kemudian, oleh Burt ditambah satu faktor lagi yang menurut pendiriannya faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap intelegensi individu yaitu, faktor grup / kelompok.[4]
3.   Model Pengukuran Intelegensi
Adapun model-model pengukuran intelegensi dapat berupa manifestasi-manifestasi berikut :[5]
a)    Mengukur intelegensi dengan menggunakan bilangan-bilangan
b)   Mengukur efisiensi dalam penggunaan bahasa
c)    Mengukur kecepatan dalam pengamatan
d)   Mengukur pemahaman tentang hubungan-hubungan
e)    Mengukur dalam hal daya ingat
f)     Mengukur daya hayal
Secara umum model test intelegensi memiliki dua sifat, yaitu :
a)    Test intelegensi yang bersifat umum dengan memakai bahan-bahan berupa kalimat, gambar dan angka yang di gabungkan menjadi satu bentuk utuh.
b)   Test intelegensi yang bersifat khusus, misalnya khusus test kalimat, khusus test gambar dan khusus test angka.[6]

BAB III
PENUTUP
Keceradasan seorang anak didik tidaklah dapat diukur dengan melihat dari satu sisi saja, melainkan ada beberapa kemampuan / intelegensi yang harus di perhatikan, antara lain kemampuan anak tersebut dalam memahami, berpendapat, mengontrol dan mengkritik berbagai hal yang kemudian akan menunjang perkembangan intelektualitasnya sebagai manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2006) 
Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2003)
Mustakim, Psikologi Pendidikan (Yogyakarta, Pustaka Belajar Offset, 2004)
Whitherington, Psikologi Pendidikan. (Jakarta, PT. Rineka Cipta, 1991) Cet. VI, hal 226


[1] Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2006), cet. I, hal 125.  
[2] Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2003), Cet. IV, hal 129
[3] Mustakim, Psikologi Pendidikan (Yogyakarta, Pustaka Belajar Offset, 2004), Cet. III, hal 103
[4] Sumadi Suryabrata, Op Cit, hal 127-128
[5] Whitherington, Psikologi Pendidikan. (Jakarta, PT. Rineka Cipta, 1991) Cet. VI, hal 226
[6] Mustakim, Op Cit, hal 121